“Saya selalu bicara data yang baik dipimpin oleh kolaborasi yang baik dan diukur dengan dampak yang nyata. Kebijakan sosial yang baik harus dimulai dari data dan data itu pastinya terukur,” ungkapnya.
Sementara itu, Plt. Kepala Pusdiklat BPS sekaligus pimpinan rombongan, Ardi Adji mengatakan, dipilihnya Kota Bogor sebagai lokus studi lapangan tidak terlepas dari keberhasilan Pemkot Bogor dalam meningkatkan kinerja organisasi yang dibuktikan melalui penghargaan KIGB Award atas inovasi SOLID.
“Melalui stula para peserta dapat melakukan pengamatan dan pembelajaran best practice dari unit kerja yang telah berhasil meningkatkan kinerja organisasinya. Diharapkan dapat mengidentifikasi, mengadopsi, dan mengadaptasi nilai-nilai terbaik serta keunggulan strategi organisasi yang sudah dimiliki Kota Bogor,” kata Ardi.
Ardi menambahkan, nilai terbaik dan strategi organisasi yang dimiliki Kota Bogor akan menjadi bahan bagi peserta dalam menyusun rencana aksi perubahan kinerja organisasi, khususnya aspek manajemen.
Hasil pembelajaran tersebut nantinya dituangkan dalam laporan individu maupun kelompok yang akan diseminarkan.
Ia menjelaskan, peserta Stula PKA Angkatan XI Tahun 2026 sebagian besar berasal dari Kementerian Pendidikan, Sains, dan Teknologi. Selain itu, terdapat peserta dari Kementerian PANRB, Komnas HAM, BPPIP, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Kebudayaan, serta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).(Fi)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan