Survei tersebut mengacu pada PermenPAN-RB Nomor 14 Tahun 2017 dengan sembilan indikator penilaian, mulai dari kemudahan persyaratan, prosedur pelayanan, kecepatan waktu layanan, biaya, kualitas hasil layanan, kompetensi dan hamba-hamba petugas, penanganan pengaduan, hingga kenyamanan sarana dan prasarana.
Responden dipilih secara acak dari masyarakat yang telah menggunakan layanan perpustakaan dalam satu bulan terakhir. Pengisian survei dilakukan secara praktis melalui formulir, layanan dare, maupun QR Code yang tersedia di area pelayanan.
Bagi Indra, hasil SKM bukan sekadar angka, melainkan cerminan pengalaman masyarakat saat berkunjung ke perpustakaan.
“Ketika pengunjung merasa nyaman, mudah mendapatkan layanan, dan beta berada di perpustakaan, berarti kami berada di jalur yang benar. Namun kami tidak ingin berhenti sampai di sini. Pelayanan akan terus kami tingkatkan agar Perpustakaan Soeman HS semakin menjadi ruang publik yang dicintai masyarakat,” tuturnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk terus memanfaatkan fasilitas Perpustakaan Soeman HS, baik untuk membaca, belajar, mencari referensi, bekerja, maupun mengikuti berbagai kegiatan literasi yang rutin digelar.
“Jangan ragu datang ke perpustakaan. Selain koleksinya terus diperbarui, kami juga terus meningkatkan kualitas pelayanan. Dan setiap masukan dari masyarakat akan menjadi bekal bagi kami untuk memberikan pelayanan yang semakin prima,” tutup Indra.(Zt)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan