Tidak hanya itu, penampilan Kota Bandung juga diperkuat oleh partisipasi istri Sekretaris Daerah Kota Bandung, Dewi Pertiwi Zulkarnain yang turut tampil bersama para kepala dinas dan sejumlah penampil lainnya yang mewakili Kota Bandung dalam peragaan busana tersebut.

Setiap penampil membawakan karya yang mengangkat keindahan Batik Patrakomala, wastra khas Kota Bandung yang menjadi simbol flora dan identitas budaya daerah.

Melalui permainan motif, siluet, dan detail busana, koleksi yang ditampilkan berhasil menggambarkan Bandung sebagai kota yang kaya akan sejarah, keberagaman, dan semangat inovasi.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut dan menilai penghargaan yang diraih merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen yang terus berkomitmen memajukan ekonomi kreatif dan melestarikan budaya lokal.

“Prestasi ini adalah kebanggaan bagi seluruh warga Kota Bandung. Penghargaan ini menunjukkan bahwa karya-karya kreatif yang lahir dari Bandung memiliki kualitas dan daya saing yang tinggi. Kita ingin budaya dan kreativitas lokal tidak hanya menjadi identitas, tetapi juga menjadi kekuatan ekonomi yang mampu membawa nama Bandung semakin dikenal di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya.

Menurutnya, keberhasilan meraih tiga penghargaan sekaligus menjadi motivasi bagi Pemerintah Kota Bandung dan Dekranasda untuk terus mendukung para perajin, desainer, serta pelaku UMKM agar terus berinovasi dan menciptakan karya-karya terbaik.

“Bandung akan terus menjadi rumah bagi kreativitas. Prestasi ini bukan akhir, melainkan semangat baru untuk terus melahirkan karya yang berakar pada budaya, namun mampu menjawab perkembangan zaman,” katanya.(Fi)

Baca Juga  Disnaker Gelar Pelatihan AI, Perserta: Membuka Pengetahuan BaruMenjawab tantangan tersebut, Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Bandung menghadirkan pelatihan Artificial Intelligence (AI) sebagai ruang belajar bagi masyarakat agar lebih memahami dan memanfaatkan teknologi secara positif. Pelatihan ini mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Tercatat sebanyak 40 peserta mengikuti pelatihan, sementara pendaftaran yang dibuka selama dua hari mampu menarik hampir 90 pendaftar. Tingginya minat tersebut menunjukkan semakin besarnya kesadaran masyarakat akan pentingnya keterampilan digital di era saat ini. Salah satu peserta, Rhyma Permatasari, pemilik usaha RHITME Innovation menilai, pelatihan ini memberikan manfaat yang sangat relevan dengan bidang yang sedang ia tekuni. Menurutnya, AI dapat menjadi alat bantu yang mendukung berbagai kebutuhan dalam pengembangan diri dan usaha yang sedang dijalankannya. “Materi yang diberikan sangat menarik. Kami diajarkan bagaimana memahami cara kerja AI, membuat perintah atau prompt yang tepat, hingga nantinya praktik langsung. Saya berharap ilmu yang dipelajari selama dua hari ini bisa diterapkan dan memberikan manfaat ke depannya,” ujarnya pada Pelatihan AI, di Kantor Disnaker Kota Bandung, Senin 25 Mei 2026. Rhyma juga menilai manfaat AI tidak hanya untuk dunia usaha, tetapi juga bagi masyarakat luas, khususnya generasi muda. “Ilmu seperti ini perlu ditularkan. Banyak anak muda yang sudah mengenal AI, tetapi penggunaannya belum maksimal. Harapannya ilmu dari pelatihan ini bisa dibagikan lagi kepada masyarakat dan pemuda di lingkungan sekitar,” tambahnya. Hal senada disampaikan peserta lainnya, Salmi Nurbustini. Ia menilai pelatihan tersebut menambah wawasan tentang pemanfaatan AI di tengah perkembangan era digital. “Pelatihan ini membuka pengetahuan baru tentang AI yang dapat membantu pekerjaan, pembelajaran, maupun kebutuhan sehari-hari. Materi dari pemateri juga mudah dipahami dan fasilitas yang diberikan cukup baik,” katanya. Ia berharap pemanfaatan AI ke depan dapat semakin luas dan membantu masyarakat, baik dalam dunia pendidikan maupun pekerjaan. Sementara itu, Kepala UPT BLK Disnaker Kota Bandung, Erwin mengatakan, perkembangan teknologi saat ini membuat pemahaman tentang AI menjadi kebutuhan yang semakin penting. “Perkembangan teknologi saat ini sangat pesat. AI sudah menjadi bagian dari berbagai aktivitas, sehingga kami ingin melatih warga Kota Bandung agar lebih memahami teknologi, mengetahui apa itu AI, bagaimana cara menggunakannya, hingga memanfaatkannya untuk membantu berbagai kebutuhan,” ujarnya. Melihat tingginya antusiasme masyarakat, Disnaker Kota Bandung juga menyiapkan pelatihan lanjutan atau batch berikutnya bagi peserta yang belum mendapatkan kesempatan. Ke depan, Pemerintah Kota Bandung berkomitmen mendukung pelatihan-pelatihan gratis yang dapat diakses masyarakat. Kolaborasi dengan berbagai pihak juga akan terus dilakukan, termasuk pemanfaatan fasilitas dan sarana pelatihan agar semakin banyak warga yang memiliki kemampuan digital dan siap menghadapi tantangan masa depan. Melalui pelatihan ini, AI tidak hanya dikenalkan sebagai teknologi baru, tetapi juga sebagai sarana yang dapat membantu masyarakat menjadi lebih produktif, kreatif, dan siap menghadapi perkembangan zaman. (yan)