Pada kesempatan itu, Luthfi menyampaikan sejumlah capaian pembangunan daerah, di antaranya pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah yang mencapai 4,89 persen, penurunan angka kemiskinan dari 9,58 persen menjadi 9,39 persen, serta realisasi investasi hampir Rp29 triliun, yang mampu menyerap sekitar 92 ribu tenaga kerja.
Dia optimistis, Jawa Tengah akan terus berkembang menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi nasional, dengan dukungan stabilitas sosial, semangat gotong royong, dan kebersamaan seluruh elemen masyarakat.
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengatakan, peringatan Tahun Baru Islam tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menjadi sarana memaknai kembali semangat hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah. Hijrah, kata dia, merupakan proses perubahan menuju kehidupan yang lebih baik dan lebih sejahtera.
Menurut Gus Yasin sapaanya, semangat hijrah relevan dengan kondisi Jawa Tengah saat ini yang terus mendorong pertumbuhan ekonomi dan investasi. Dia mengajak masyarakat menyambut para investor dan pelaku usaha yang datang ke Jawa Tengah, dengan tetap menjaga suasana yang aman, rukun, dan kondusif.
“Kita harus menciptakan iklim yang ramah dan penuh kebersamaan, agar investasi berkembang, serta memberikan manfaat bagi masyarakat melalui lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan,” ujarnya.
Dalam kegiatan bantuan yang dilakukan, penyerahan simbolis bantuan berupa pendidikan kepada 100 anak yatim piatu, dan sembako 100 paket untuk panti asuhan. Ada pula penyerahan simbolik sertifikat tanah wakaf sebanyak 243 sertifikat oleh Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid. (Ft)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan