“Saya ingin nanti pengurus yang baru menjadikan kantor gubernur sebagai kantor bersama,” katanya.
Luthfi menyampaikan, kondusivitas menjadi salah satu modal penting pembangunan Jawa Tengah. Dia menyebut pertumbuhan ekonomi Jateng mencapai 5,89 persen, sementara angka kemiskinan turun dari 9,88 persen menjadi 9,39 persen. Capaian tersebut tak lepas dari dukungan berbagai pihak.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum MUI Pusat, Marsudi Syuhud mengatakan, MUI merupakan rumah besar bagi berbagai organisasi Islam. Di tingkat pusat, MUI menghimpun puluhan organisasi keagamaan dan kemasyarakatan, mulai dari Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, Al-Irsyad, Al-Washliyah, dan lainnya.
“MUI hadir untuk menyatukan umat, bersama-sama dengan pemerintah, baik di pusat maupun di daerah,” tuturnya.
Marsudi Syuhud menilai, perbedaan pandangan antarorganisasi merupakan hal biasa. Namun, perbedaan itu perlu dikelola dalam wadah bersama, agar tidak berkembang menjadi konflik.
“Betapa pun berbeda organisasi, berbeda amaliah, berbeda pelaksanaannya, bahkan kadang berbeda pendapat, semua masih bisa bersama dalam MUI,” ujarnya.
Musda XI MUI Jawa Tengah mengusung tema “Menjaga Moralitas Beragama, Bermasyarakat, dan Bernegara”. Forum tersebut juga agendanya menjadi konsolidasi organisasi, termasuk penyusunan program dan kepengurusan MUI Jawa Tengah periode 2026–2031.(Ft)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan