KABUPATEN SEMARANG,Pilarbangsa.com – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memperingati Hari Bumi 2026 dengan melakukan reklamasi bekas lahan tambang, menjadi kawasan agrowisata dan agroedukasi di area tambang milik CV Jati Kencana di Desa Kandangan, Kabupaten Semarang. Langkah itu menjadi simbol komitmen pemerintah daerah dalam menjaga keseimbangan, antara pertumbuhan ekonomi dan pelestarian lingkungan.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi menegaskan, tema Hari Bumi tahun ini, “Planet Kita adalah Kekuatan Kita”, harus menjadi pengingat seluruh elemen masyarakat untuk menjaga kelestarian alam di tengah pembangunan ekonomi.
“Provinsi Jawa Tengah harus mempunyai nilai pertumbuhan ekonomi, namun tetap melihat aspek pelestarian alam yang harus kita jaga. Keseimbangan itulah yang harus kita lakukan, agar tidak terjadi bencana alam akibat buruknya pengelolaan lingkungan,” kata Luthfi, Rabu (13/5/2026).
Dia meminta seluruh proses pertambangan, mulai dari perizinan hingga pengawasan, dilakukan secara ketat. Menurutnya, kegiatan penambangan tidak boleh merusak lingkungan, dan harus disertai kewajiban reklamasi pascatambang.
“Pada saat IUP dan IUPK itu terbit, pengusaha sudah dibebani jaminan reklamasi dan jaminan pascatambang. Jangan sampai selesai menambang lalu meninggalkan kerusakan lingkungan,” tegasnya.
Luthfi juga mengingatkan aparat pemerintah daerah, aparat penegak hukum, hingga masyarakat untuk ikut mengawasi aktivitas pertambangan, agar tidak terjadi praktik penambangan ilegal maupun izin.
Sementara itu, Manajer CV Jati Kencana, Dahwan, mengatakan reklamasi dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab moral perusahaan terhadap lingkungan. Menurutnya, aktivitas penambangan memang memanfaatkan sumber daya alam, sehingga harus diimbangi dengan upaya pemulihan lingkungan.
“Karena kita merusak alam, kita harus mengembalikan alam menjadi lebih baik. Itu prinsip kami, terlepas ada aturan atau tidak,” terangnya.
Lahan tambang seluas 22 hektare tersebut kini mulai ditata menjadi kawasan agrowisata, dengan berbagai tanaman produktif seperti mangga, durian, nangka, alpukat, hingga jati. Selain penghijauan, kawasan itu juga akan dilengkapi gazebo, gardu pandang, musala, area hiburan seni, restoran, penginapan glamping, hingga wahana offroad .
Dahwan menyebut pembangunan dilakukan secara bertahap, dan saat ini baru mencapai sekitar 30 persen. Namun keberadaan kawasan tersebut sudah mulai memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.
“Tenaga kerja sekarang ada sekitar 15 orang dari warga sekitar. Ke depan kami ingin lebih banyak lagi masyarakat yang terlibat, mulai dari pekerja kebun, pedagang, penjaga wisata, sampai pelaku seni,” katanya.
Dahwan menargetkan kawasan agrowisata dapat selesai sepenuhnya dalam tiga tahun mendatang, dan menjadi destinasi wisata berbasis lingkungan, sekaligus pusat pemberdayaan masyarakat.
Kepala Dinas ESDM Provinsi Jawa Tengah, Agus Sugiharto mengatakan, reklamasi bekas tambang menjadi agrowisata, merupakan langkah kecil yang meninggalkan jejak besar bagi lingkungan dan masyarakat.
“Ini menunjukkan bahwa setelah aktivitas penambangan selesai, lahannya bisa direklamasi menjadi tempat yang memiliki nilai tambah ekonomi dan edukasi,” paparnya.
Menurut Agus, Pemprov Jateng juga terus mendorong pengembangan energi baru terbarukan bersama Indonesia Clean Energy Forum dan berbagai pihak, untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil.
Direktur Eksekutif IESR, Fabby Tumiwa, mengapresiasi langkah reklamasi yang dilakukan CV Jati Kencana. Dia menilai, kawasan bekas tambang yang direstorasi menjadi agrowisata, dapat menciptakan manfaat ekonomi baru bagi masyarakat sekitar.
“Biasanya lokasi tambang yang sudah selesai ditinggalkan begitu saja.Upaya reklamasi seperti ini sangat baik, agar kawasan tetap memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat,” jelasnya.
Dukungan juga datang dari warga sekitar. Warga Desa Polosiri, Minarti menyebut, reklamasi lahan tambang membawa dampak positif, karena dibukanya lapangan kerja baru dan memperbaiki kondisi lingkungan.
“Warga sangat mendukung karena masyarakat dilibatkan bekerja, dan lingkungan jadi lebih terjaga kembali,” tandasnya.(Ft)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan