PEKANBARU,Pilarbangsa.com – Ikatan Alumni Pengurus Wilayah (PW) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Provinsi Riau periode 2026-2031 kini muncul sebagai kekuatan kolektif yang diperhitungkan. Organisasi ini tidak lagi dipandang sebagai perkumpulan biasa, melainkan sebuah wadah yang mengintegrasikan berbagai kekuatan mulai dari birokrasi pemerintahan, panggung politik, dunia akademisi, hingga aktivis pemberdayaan masyarakat.
Asisten I Setdaprov Riau, Zulkifli Syukur, mengatakan bahwa komposisi pengurus yang sangat heterogen ini merupakan aset berharga bagi Bumi Lancang Kuning. Menurutnya, keberadaan tokoh-tokoh dari berbagai latar belakang di dalam IKA PMII memberikan warna tersendiri dalam upaya memberikan kontribusi nyata bagi gerak pembangunan di Provinsi Riau.
Zulkifli berujar, kehadiran Ketua Umum PB IKA PMII, Fathan Subchi, dan Ketua PW IKA PMII Riau, Ade Agus Hartanto semakin mempertegas bobot strategis organisasi ini di level nasional. Ia menilai bahwa jejaring luas yang dimiliki oleh para alumni PMII memungkinkan terjadinya kolaborasi lintas sektor yang kuat, terutama dalam pengawalan kebijakan publik serta penyelesaian berbagai dinamika sosial kemasyarakatan.
“Hal ini, menunjukkan bahwa IKA PMII adalah organisasi alumni yang memiliki jejaring luas dan peran lintas sektor, baik dalam pemerintahan, dalam proses kebijakan, maupun dalam kehidupan sosial kemasyarakatan,” ungkap Zulkifli di acara IKA PW PMII Riau di Pekanbaru (4/5/2026) malam
Sejalan dengan hal tersebut, Pemerintah Provinsi Riau menyatakan sikap terbuka terhadap setiap gagasan inovatif yang lahir dari rahim organisasi alumni ini. Pemprov Riau menegaskan komitmennya untuk mendukung berbagai kegiatan positif yang digagas ke depan, demi terciptanya harmonisasi antara pemerintah dan kelompok intelektual dalam membangun daerah.
“Kami di Pemprov Riau menempatkan diri sebagai pemerintah yang terbuka, terbuka terhadap gagasan, terbuka dan terbuka untuk berkolaborasi. Namun, keterbukaan itu harus kita jawab dengan satu hal, yaitu kekompakan,” sebutnya.
Zulkifli Syukur menekankan bahwa keterbukaan pemerintah dalam berkolaborasi harus disambut dengan soliditas internal organisasi. Ia mengajak seluruh potensi yang ada di dalam IKA PMII Riau untuk bergerak dalam satu tujuan yang sama, yaitu memperkuat sinergi demi memastikan program-program pembangunan dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat luas.
Harapan besar juga disematkan agar organisasi ini mampu mencetak kader-kader berprestasi yang siap menjawab tantangan global. Dengan kepemimpinan yang amanah, IKA PMII diharapkan menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyiapkan sumber daya manusia yang unggul guna mewujudkan visi besar Indonesia Emas 2045.
“Mari kita satukan langkah, kita perkuat sinergi dan mari kita pastikan bahwa seluruh potensi yang kita miliki bergerak dalam satu tujuan yang sama, membangun Provinsi Riau,” ajak Zulkifli.
Sementara itu, Ketua Umum PB IKA PMII, Fathan Subchi, memandang organisasi ini sebagai ladang pengabdian bagi para alumni di berbagai bidang. Ia menyerukan agar para alumni yang berkiprah di legislatif, eksekutif, akademisi, hingga LSM, tetap merapatkan barisan guna memastikan pergerakan organisasi selaras dengan kepentingan umat dan kemajuan bangsa.
“Ini cara kita untuk mengabdi baik sebagai akademisi, LSM, legislatif dan eksekutif dan sebagainya. Mari rapatkan dan rapikan barisan agar pergerakan dan umat terus maju dan lebih baik,” ajak Fathan.
Fathan menyoroti melimpahnya potensi Sumber Daya Alam (SDA) dan Sumber Daya Manusia (SDM) di Riau yang harus dikelola dengan bijak. Ia berharap IKA PW PMII Riau hadir sebagai organisasi alternatif yang solutif, mampu menjalin kemitraan dengan sektor swasta maupun publik, serta senantiasa memberikan kemaslahatan bagi masyarakat banyak melalui kerja-kerja organisasi yang tertata.
“Dalam satu barisan kita bisa menuju kemajuan, bekerja untuk menata organisasi guna menjadi organisasi yang bermanfaat bagi ummat,” tandasnya.(Zt)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan