Syahrial menekankan bahwa tujuan bernegara adalah untuk mensejahterakan masyarakat secara merata. Oleh karena itu, praktik baik yang mudah diterapkan perlu diperluas ke seluruh kabupaten/kota di Riau.
Ia juga berharap keterlibatan pihak swasta dapat semakin ditingkatkan melalui kolaborasi yang lebih luas. Salah satunya dengan membentuk forum yang dapat mendorong perusahaan lain untuk ikut berkontribusi.
“Selaku Ketua TPPS (Tim Pencegahan Percepatan Stunting), saya berharap apa yang sudah dilakukan bisa diikuti oleh perusahaan lain. Buat forum untuk memotivasi, dan gandeng akademisi untuk pengembangannya,” katanya.
Ia menyebut beberapa wilayah yang memerlukan perhatian serius seperti Bengkalis, Kepulauan Meranti, dan Kuantan Singingi. Selain itu, sejumlah indikator spesifik juga belum mencapai target yang ditetapkan.
“Indikator yang masih perlu diperhatikan antara lain konsumsi tablet tambah darah bagi remaja putri, pemberian ASI eksklusif, pemberian imunisasi lengkap, serta pemeriksaan kehamilan minimal enam kali,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa intervensi di lapangan harus terus diperkuat dan tidak berhenti pada tahap evaluasi semata. Upaya nyata seperti program orang tua asuh cegah stunting dinilai sudah menunjukkan hasil positif.(Zt)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan