Salah satu narasumber dari kalangan akademisi, Prof. Baba Barus, turut memberikan paparan. Ia menyebut kegiatan ini sebagai bentuk “dosen pulang kampung” yang bertujuan untuk mengaplikasikan ilmu secara langsung kepada masyarakat.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Karo melalui Kepala Bidang Hortikultura, Ronal Jamo Simangunsong, SP., M.Si, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan tersebut.

Menurutnya, melalui pelatihan ini, Desa Sempajaya diharapkan mampu menghasilkan data pertanian yang presisi sehingga dapat menjadi dasar dalam perencanaan pembangunan pertanian yang lebih tepat sasaran.

“Data yang akurat akan sangat membantu dalam menentukan pola tanam, sistem budidaya, kebutuhan infrastruktur pertanian, hingga pengelolaan sektor pertanian secara keseluruhan,” jelasnya.

Ia juga mengapresiasi keterlibatan tim IPB dalam mendukung kemajuan pertanian di Kabupaten Karo, yang sejalan dengan upaya pemerintah daerah di bawah kepemimpinan Bupati Karo, Antonius Ginting.

Kegiatan ini juga diisi dengan sesi diskusi interaktif dan tanya jawab antara peserta dan narasumber. Antusiasme peserta terlihat tinggi, terutama dalam membahas persoalan teknis pertanian yang mereka hadapi di lapangan.

Usai sesi sosialisasi, tim bersama peserta langsung melakukan pengecekan pH tanah di beberapa titik lahan pertanian di wilayah Sempajaya. Sampel tanah yang diambil selanjutnya akan diteliti untuk menghasilkan rekomendasi pemupukan yang lebih akurat.

Kegiatan ditutup dengan makan siang bersama di Jambur Desa Sempajaya sebagai bentuk kebersamaan antara peserta dan narasumber.(Mp)