Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Pramono juga menyoroti potensi kemacetan di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok pasca-Idulfitri. Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bekerja sama dengan PT Pelindo menyediakan lahan seluas kurang lebih lima hektare di Terminal Tanah Merdeka sebagai buffer area parkir kendaraan logistik.
Lahan tersebut memiliki kapasitas hingga 200 kendaraan logistik dan diberikan tanpa pungutan retribusi selama satu minggu, mulai 30 Maret 2026. Estimasi pembebasan biaya retribusi tersebut mencapai Rp150 juta hingga Rp200 juta.
“Kebijakan ini diambil sebagai langkah antisipatif agar tidak terjadi penumpukan kendaraan di badan jalan seperti yang pernah terjadi sebelumnya. Alhamdulillah, hingga saat ini aktivitas di Tanjung Priok berjalan lancar dan normal,” urainya.
Lebih lanjut, Gubernur Pramono menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menjaga kelancaran aktivitas masyarakat selama periode mudik dan arus balik Lebaran.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada jajaran TNI, Polri, Dinas Perhubungan, Satpol PP, serta seluruh pihak terkait. Pelaksanaan mudik, arus balik, dan berbagai aktivitas masyarakat di Jakarta dapat berjalan dengan aman dan lancar,” pungkasnya.(Li)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan