Info, pilarbangsa.com – Lembaga Bulan Sabit Merah Palestina (PRCS) pada Selasa, 9 Juli 2024 kemarin, mengungkap semua pusat kesehatan dan klinik darurat mereka di Jalur Gaza lumpuh.

Kondisi ini terjadi akibat aksi penggusuran paksa yang dilakukan pendudukan di berbagai wilayah di Gaza, tempat fasilitas medis mereka berada.

Diketahui, hanya 15 dari 36 rumah sakit di Jalur Gaza yang beroperasi dan berfungsi sebagian serta mengalami krisis staf serta pasokan medis, seperti anestesi dan antibiotik, sehingga pekerja layanan kesehatan harus berjuang untuk menyelamatkan orang-orang.

Sekitar 500 staf sektor kesehatan terbunuh dan ratusan orang lainnya terluka, sedangkan lebih dari 310 orang lainnya ditahan.

Sebanyak 130 ambulans hancur selama agresi terhadap Jalur Gaza yang masih berlangsung dan memasuki bulan ke sembilan.

WHO memperingatkan jumlah pasokan medis yang masuk ke Gaza tidak cukup untuk menyangga respons kesehatan dan semua evakuasi medis di luar Gaza masih dihentikan.

Serangan terhadap fasilitas kesehatan tetap terjadi kendati terdapat jaminan organisasi dunia dan organisasi HAM internasional bahwa menyerang rumah sakit dan sistem kesehatan jelas sebuah pelanggaran terhadap prinsip dan standar hukum humaniter internasional dan Konvensi Jenewa Keempat, yang menjamin perlindungan khusus bagi rumah sakit dan pusat kesehatan selama perang dan konflik bersenjata, dan bahwa penargetan mereka adalah kejahatan terhadap kemanusiaan dan merupakan kejahatan perang.

Tingginya jumlah korban luka akibat konflik telah menambah merajalelanya penyakit dan kekurangan gizi di antara 90 persen penduduk Gaza yang menurut PBB telah kehilangan tempat tinggal, sehingga memberikan tekanan besar pada sistem kesehatan di wilayah tersebut.

Menurut WHO, kampanye militer Israel telah membuat banyak rumah sakit di Gaza dan fasilitas kesehatan lainnya tidak dapat beroperasi, dan menyebabkan kekurangan besar pasokan medis yang dibutuhkan.

Pendudukan Israel terus menargetkan rumah sakit dan infrastruktur kesehatan di Jalur Gaza dengan mengabaikan semua hukum internasional dan humaniter. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *