Info, pilarbangsa.com – Serangkaian serangan militer Israel yang mematikan di Gaza menewaskan sedikitnya 45 warga Palestina pada Jumat, kantor berita Reuters melaporkan, mengutip angka Kementerian Kesehatan Palestina.

Korban tewas terbesar terjadi di daerah al-Mawasi, dekat Rafah di Gaza selatan, di mana serangan tank Israel di sebuah kamp tenda menewaskan sedikitnya 25 orang dan melukai 50 orang.

“Sebanyak 25 martir dan 50 korban luka akibat serangan Israel yang menghantam tenda-tenda pengungsi di Mawasi, Rafah,” kata Kementerian Kesehatan dari kawasan yang terkepung itu tersebut melalui Telegram.

Komite Palang Merah Internasional mengatakan kantornya di Gaza rusak akibat serangan peluru pada Jumat yang menewaskan sedikitnya 22 orang yang berlindung di sekitar kompleks tersebut.

Di dekat Khan Younis, serangan Israel juga menewaskan tiga orang, termasuk seorang ayah dan anak, menurut sumber medis.

Di Kota Gaza, Gaza utara, serangan udara Israel ke kamp pengungsi Shati menewaskan 10 orang dan melukai 17 lainnya.

Serangan terpisah terhadap gedung kota di Kota Gaza juga menewaskan lima orang. Penyebab dua kematian terakhir belum diketahui secara pasti.

Warga mengatakan Israel tampaknya berusaha untuk menyelesaikan penguasaan Rafah, yang berbatasan dengan Mesir dan telah menjadi fokus serangan Israel sejak awal Mei.

Tank-tank menerobos masuk ke bagian barat dan utara kota, setelah menguasai bagian timur, selatan dan tengah.

Beberapa warga Rafah mengatakan laju serangan Israel meningkat dalam dua hari terakhir.

Mereka mengatakan suara ledakan dan tembakan, yang menandakan pertempuran sengit, hampir terjadi tanpa henti.

“Tadi malam adalah salah satu malam terburuk di Rafah barat, drone, pesawat, tank, dan kapal angkatan laut membombardir daerah tersebut. Kami merasa penjajah berusaha untuk sepenuhnya menguasai kota ini,” kata Hatem, 45 tahun, yang dihubungi melalui pesan teks.

“Mereka menerima serangan keras dari para pejuang perlawanan, yang mungkin memperlambat mereka.”

Pasukan Israel melepaskan tembakan dari pesawat, tank, dan kapal di lepas pantai, sehingga memaksa gelombang pengungsian baru keluar dari kota tersebut, yang telah menampung lebih dari satu juta pengungsi, yang sebagian besar terpaksa mengungsi lagi.

Pada 7 Oktober 2023 lalu, Hamas meluncurkan serangan skala besar lintas batas ke Israel serta menyerang kawasan pemukiman dan markas militer.

Hampir 1.319 orang terbunuh dalam serangan Hamas tersebut dan sekitar 240 orang disandera.

Israel meluncurkan serangan balasan, memerintahkan blokade penuh terhadap Gaza, dan memulai serangan darat ke daerah Palestina yang terkepung itu dengan tujuan memusnahkan Hamas dan menyelamatkan para sandera.

Lebih dari 37.300 orang tewas dan lebih dari 85.300 orang lainnya terluka dalam operasi militer Israel di Jalur Gaza sejak 7 Oktober, menurut pemerintahan setempat. (*)

REUTERS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *