KENDAL,Pilarbangsa.com   – Gelaran Gubernur Cup Jateng PETE Indonesia Hard Enduro #1 tidak hanya menjadi tempat uji nyali bagi para pengendara. Acara yang digelar di Argon Enduro Park, Sidomukti, Kecamatan Weleri, Kabupaten Kenda, juga turut menggerakkan roda ekonomi warga.
Sektor pariwisata, penginapan, hingga Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) lokal di Kabupaten Kendal, ikut merasakan berkah dari ramainya kunjungan wisatawan dan penonton.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, ajang itu tidak hanya menjadi sarana olahraga, tetapi juga mempererat kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat.
“Inilah bentuk solidaritas kebersamaan antara masyarakat,” kata Luthfi.
Dia mengatakan, kegiatan itu sekaligus menjadi kesempatan bagi jajaran pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, hingga pemerintah desa, untuk berkumpul dan berinteraksi langsung dengan warga.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, juga dilaksanakan santunan kepada anak yatim dan penanaman pohon. Keduanya menjadi bagian dari kepedulian sosial dan lingkungan yang ikut serta dalam penyelenggaraan kompetisi otomotif tersebut.
Ketua Pelaksana, Arif Yulianto mengatakan, kegiatan tersebut dirancang tidak sekadar menjadi ajang kompetisi, tetapi juga mendukung pengembangan sport pariwisata atau pariwisata berbasis olahraga di Jawa Tengah.
Menurutnya, karakter alam Kendal dengan lintasan yang menantang memiliki daya tarik bagi komunitas otomotif. Kehadiran peserta beserta keluarga dan penonton, juga berpotensi menggerakkan sektor pariwisata, penginapan, kuliner, hingga perdagangan masyarakat.
“Alhamdulillah homestay-homestay di sini pada laris semuanya,” kata Arif.
Dia menyebut, sejumlah pedagang makanan di sekitar lokasi juga ikut merasakan ramainya kegiatan. Panitia secara khusus melibatkan pelaku UMKM lokal, dengan menyediakan ruang berjualan selama kompetisi berlangsung.
“Kami ingin memastikan keberadaan peristiwa ini, juga memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat setempat,” ujarnya.
Arif berharap, kompetisi tersebut dapat terus berkembang menjadi agenda olahraga berkelanjutan. Selain menjadi wadah pelatihan atlet enduro, kegiatan ini diharapkan semakin memperkenalkan potensi wisata Jawa Tengah kepada masyarakat luas.
Hingga Minggu pagi, sementara sebanyak 135 peserta tercatat mengikuti kompetisi tersebut. Jumlah itu masih berpotensi bertambah.
Salah seorang peserta, Fido mengaku sudah sering mengikuti berbagai ajang hard enduro. Dia menilai, lintasan yang disiapkan dalam kompetisi kali ini cukup seru dan menantang.
“Saya sudah sering ikut hard enduro seperti ini. Trek kali ini seru dan menantang banget. Harapannya, ke depan semakin banyak acara seperti ini dan hadiahnya juga lebih besar,” ujar Fido.