Batam,
Hal itu disampaikan Amsakar saat menghadiri Silaturahmi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam bersama LPM, RW, RT, dan tokoh masyarakat se-Kecamatan Sagulung di Gedung Serbaguna Plaza Kecamatan Sagulung, Sabtu (3/10/2026) malam.
Menurut Amsakar, silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat bukan sekadar menjadi ajang bertemu dan bertukar informasi. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi, menyatukan persepsi, serta membangun kebersamaan dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan.
“Esensi dari silaturahmi adalah bagaimana kita terus memperkuat hubungan, membangun komunikasi dan kebersamaan. Pemerintah tidak mungkin bekerja sendiri. Karena itu, RT, RW, LPM, dan tokoh masyarakat menjadi bagian penting dalam perjalanan pembangunan Batam,” ujar Amsakar.
Dalam kesempatan tersebut, Amsakar memaparkan sejumlah indikator yang menunjukkan perkembangan ekonomi Batam. Ia menyebut realisasi investasi Batam pada Semester I 2026 telah mencapai sekitar Rp40 triliun.
Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan tingginya kepercayaan dunia usaha terhadap Batam sebagai kawasan investasi sekaligus pusat pertumbuhan ekonomi.
Pertumbuhan ekonomi Batam pada Semester I 2026 juga tercatat mencapai 7,28 persen. Angka tersebut meningkat dibandingkan pertumbuhan ekonomi sepanjang 2025 yang berada di level 6,76 persen.
“Angka-angka makro ekonomi kita hari ini menunjukkan geliat yang membanggakan. Pertumbuhan ekonomi kita berada di angka 7,28 persen dan investasi terus bergerak. Ini menunjukkan bahwa Batam memiliki fondasi ekonomi yang semakin kuat,” katanya.
Amsakar mengatakan perkembangan tersebut turut mendorong perhatian terhadap Batam hingga ke tingkat internasional. Salah satunya terlihat dari masuknya investasi di sektor teknologi dan infrastruktur digital.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan