PEKANBARU,Pilarbangsa.com   – Pemerintah Provinsi Riau komitmen memperkuat evaluasi terhadap Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) sebagai bagian dari upaya meningkatkan kontribusi terhadap pendapatan daerah. Langkah itu dilakukan bersamaan dengan penataan penyertaan modal dan kinerja anak perusahaan BUMD.

Sekretaris Daerah Provinsi Riau Syahrial Abdi mengatakan, pihaknya tidak hanya melihat kontribusi BUMD dari sisi laba atau dividen. Kinerja perusahaan  juga harus memperhatikan efisiensi, penyerapan tenaga kerja dan manfaat pelayanan bagi masyarakat.

“Pemerintah Provinsi Riau terus mengevaluasi BUMD dan BLUD agar peranannya sebagai penyumbang pendapatan daerah tidak mengurangi kualitas pelayanan umum,” katanya di Ruang Paripurna DPRD Riau, Kamis (24/09/2026).

Dijelaskan, setiap keputusan terkait penyertaan maupun penambahan modal BUMD harus memiliki dasar kajian yang jelas. Pemerintah ingin memastikan modal daerah yang disalurkan memiliki prospek dan dampak ekonomi yang dapat diukur.

“Penyertaan atau penambahan modal BUMD dijamin berbasiskan kajian akademis, business plan yang terukur, dan analisis dampak ekonomi bagi daerah,” jelasnya.