KOTA BEKASI,
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari proses verifikasi lapangan terhadap berbagai program dan inovasi yang sebelumnya telah dipaparkan dalam tahapan presentasi. Melalui kunjungan ini, tim penilai melihat secara langsung implementasi berbagai program pemberdayaan masyarakat, khususnya dalam pemanfaatan ruang, pengelolaan lingkungan, serta pengolahan limbah menjadi produk yang memiliki nilai guna dan ekonomi.
Salah satu lokasi yang dikunjungi adalah area ruang kosong di lingkungan kelurahan yang dimanfaatkan untuk penanaman berbagai bibit tanaman melalui Kelompok Wanita Tani (KWT). Pemanfaatan lahan tersebut menjadi salah satu bentuk upaya masyarakat dalam mengoptimalkan ruang yang tersedia sekaligus mendukung penghijauan dan ketahanan pangan di lingkungan.
Tim kemudian melihat kegiatan pengolahan eco-enzyme berbahan dasar limbah organik. Hasil pengolahan tersebut dimanfaatkan dan dikembangkan menjadi berbagai produk, mulai dari sabun, kerajinan, hingga produk yang digunakan untuk kebutuhan kecantikan seperti lotion dan parfum. Bahkan, eco-enzyme juga dikembangkan untuk kebutuhan kesehatan dan terapi, salah satunya melalui pemanfaatannya sebagai bahan pada bantal terapi.
Kunjungan berlanjut ke lokasi budidaya ikan nila milik warga yang memanfaatkan area sederhana di lingkungan rumah. Budidaya tersebut telah berkembang dan menjadi salah satu sumber ekonomi masyarakat, dengan hasil produksi sekitar 15 kilogram ikan setiap bulan yang dipasarkan kepada warga sekitar.
Inovasi pengelolaan lingkungan juga terlihat dalam pemanfaatan limbah cair dari industri tempe. Bekerja sama dengan Universitas Pertamina, masyarakat mengolah limbah cair industri tempe menjadi gas yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi oleh warga. Saat ini, pemanfaatan tersebut telah digunakan oleh sekitar empat kepala keluarga dan menjadi salah satu contoh pengelolaan limbah yang dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Selain dimanfaatkan sebagai sumber energi, hasil pengolahan limbah tersebut juga dapat digunakan sebagai bahan pupuk cair untuk mendukung kegiatan perkebunan masyarakat. Di lokasi yang sama, tim penilai juga melihat budidaya ikan lele yang turut dikembangkan warga dengan hasil panen mencapai sekitar 50 kilogram.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan