KOTA SERANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang terus bergerak cepat dalam mengoptimalkan potensi daerah melalui pengelolaan sampah terpadu. Dalam rapat strategis yang digelar Rabu (8/4/2026).

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Serang, Nanang Saefudin, memaparkan langkah-langkah konkret terkait evaluasi kerja sama antar daerah dan pemanfaatan retribusi untuk kesejahteraan masyarakat.

Rapat tersebut, lanjutnya fokus pada pergeseran anggaran kerja sama dengan Kabupaten Serang, evaluasi pengiriman sampah dari Kota Tangerang Selatan (Tangsel), hingga penetapan Kota Serang sebagai pusat Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di Banten.

Sekda Nanang mengungkapkan bahwa kerja sama dengan Kabupaten Serang membawa dampak langsung bagi fasilitas publik. Beberapa poin kesepakatan yang segera diimplementasikan antara lain:

Sektor Kesehatan: Pengadaan bantuan ambulans senilai Rp350 juta yang akan dikelola oleh Dinas Kesehatan.

Sektor Religi: Rehabilitasi tempat ibadah di Kelurahan Cilowong, Kecamatan Taktakan, dengan alokasi anggaran Rp250 juta melalui Dinas PPUPR. Setelah rehabilitasi selesai, aset tersebut akan langsung dihibahkan kepada DKM Masjid setempat agar dapat dikelola secara mandiri oleh masyarakat.

Terkait kerja sama dengan Kota Tangsel, Nanang memberikan catatan khusus pada volume pengiriman sampah. Meskipun dalam nota kesepahaman (MOU) ditargetkan 500 ton per hari, realisasi saat ini baru mencapai angka 180 hingga 200 ton per hari.