Yogyakarta – Pemda DIY bersama Polri menyiapkan sejumlah skema rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan selama arus mudik dan arus balik Idul Fitri 2026. Salah satu langkah yang disiapkan adalah kemungkinan pengaktifan ruas Tol Purwomartani secara fungsional untuk membantu mengurai kepadatan kendaraan yang keluar dari wilayah DIY.
Hal tersebut disampaikan oleh Kapoda DIY, Brigjen Pol. Anggoro Sukartono, usai Rapat Koordinasi Forkopimda terkait kesiapan pengamanan libur Idul Fitri yang digelar di Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Selasa (10/03/26). Skema ini perlu diperhatikan untuk memberikan kenyamanan dan kelancaran arus balik.
Anggoro menjelaskan bahwa rencana pengaktifan tol tersebut telah melalui proses survei yang dilakukan bersama Kementerian Perhubungan. Menurutnya, ruas tol tersebut nantinya direncanakan akan difungsikan sebagai jalur satu arah yang digunakan untuk membantu arus kendaraan keluar dari wilayah Yogyakarta setelah puncak kedatangan pemudik.
“Kami sudah menerima informasi dari Kementerian Perhubungan bahwa Tol Purwomartani akan difungsikan satu arah untuk akses keluar dari DIY,” ujarnya.
Kebijakan tersebut dibuat dengan mempertimbangkan tingginya jumlah mobilitas masyarakat yang diprediksi masuk ke wilayah Yogyakarta selama masa mudik. Berdasarkan hasil survei Kementerian Perhubungan, jumlah kedatangan diperkirakan mencapai sekitar 8,2 juta orang.
Angka tersebut diperoleh dari berbagai indikator. Mulai dari estimasi penggunaan kendaraan pribadi, jumlah penumpang kereta api di Stasiun Tugu dan Lempuyangan, hingga pemantauan kendaraan yang memasuki jalur tol utama seperti Gerbang Tol Kalikangkung.
Sebagian besar pemudik diperkirakan berasal dari wilayah Jakarta dan sekitarnya. Dengan waktu perjalanan darat sekitar enam jam, kepadatan kendaraan diperkirakan mulai meningkat pada beberapa hari menjelang lebaran.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan