Menteri Lingkungan Hidup RI, Hanif Faisol, menyampaikan bahwa kolaborasi antara daerah di Provinsi Banten, khususnya Serang Raya Cilegon dan Tangerang Raya, merupakan langkah strategis dalam menyelesaikan persoalan sampah secara nasional.
“Dua kawasan ini berkontribusi lebih dari 5.000 ton sampah perhari yang akan diselesaikan melalui fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik. Ini merupakan langkah konkret dalam mendukung target nasional penyelesaian sampah,” ujar Hanif
Ia juga menegaskan bahwa pemerintah pusat telah menargetkan percepatan penyelesaian berbagai persyaratan administrasi dan teknis dalam waktu singkat, sehingga proses pembangunan fasilitas PSEL dapat segera direalisasikan.
Sementara itu, Gubernur Banten, Andra Soni menegaskan bahwa permasalahan sampah merupakan isu serius yang harus ditangani secara bersama-sama dan berkelanjutan, bukan hanya pemerintah dan masyarakat namun juga dunia usaha atau pihak swasta lainnya
“Setiap masyarakat di Banten memproduksi sekitar 0,7 kilogram sampah perhari. Dengan jumlah penduduk yang besar, ini menjadi tantangan yang harus segera kita selesaikan melalui sistem pengelolaan yang modern dan terpadu,” ungkapnya.
Ia berharap program pengolahan sampah menjadi energi listrik dapat segera terealisasi, sehingga pemerintah daerah dapat lebih fokus pada pengelolaan sampah dari hulu, termasuk edukasi dan pembinaan masyarakat.
“Saya berharap program ini dapat terealisasi secepatnya, sehingga pemerintah daerah pun dapat lebih fokus dalam penanganan sampah, termasuk edukasi dan pembinaan kepada masyarakat,” ujarnya. (Hrs)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan