INDRAGIRI HULU,Pilarbangsa.com  – Di tengah penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan bersama Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo mendatangi langsung proses pemadaman dan pendinginan Karhutla di Desa Pulau Jumat, Kecamatan Kuala Cenaku, Indragiri Hulu, Rabu (16/9/2026).

Ikut dalam rombongan peninjauan tersebut, Tenaga Ahli Kepala BNPB, Kepala Pelaksana BPBD Riau Edy Afrizal, serta jajaran Forkopimda Kabupaten Indragiri Hulu. Salah satu lokasi yang menjadi perhatian rombongan adalah penanganan karhutla di Desa Pulau Jumat.

Kebakaran awalnya terdeteksi sejak 7 September 2026 dan telah menghanguskan sekitar 150 hektare lahan. Dari luasan itu, sekitar 100 hektare telah berhasil dipadamkan. Penanggulangan karhutla terkendala kondisi medan berupa semak belukar dan lahan gambut, ditambah angin kencang serta akses yang sulit dijangkau.

Kapolda Riau mengatakan, peninjauan dilakukan untuk memastikan proses pemadaman dan pendinginan berjalan optimal sekaligus mengevaluasi kebutuhan personel dan sarana pendukung di lapangan.

“Kami melakukan pengecekan langsung untuk memastikan kondisi di lapangan serta memastikan proses pemadaman dan pendinginan berjalan dengan baik,” kata Herry.

Sebanyak 157 personel gabungan dari Polri, TNI, BPBD, perusahaan, Manggala Agni dan Masyarakat Peduli Api (MPA) dikerahkan untuk menangani Karhutla di lokasi tersebut. Penanganan dilakukan dengan formula X-Fire, tiga alat berat untuk membuat sekat bakar dan membuka akses, serta pembangunan embung sebagai sumber air pemadaman.

Herry kepada jajaran juga menegaskan agar tidak lengah dan tidak langsung meninggalkan lokasi. Pendinginan harus dipastikan benar-benar tuntas, kemudian dilanjutkan dengan patroli dan pemantauan secara berkala

“Penanganan Karhutla tidak boleh berhenti ketika api di permukaan terlihat padam. Kondisi lahan gambut memungkinkan bara api masih tersimpan di bawah permukaan dan kembali memicu kebakaran,” ujar Herry.

Desa Pulau Jumat dipilih sebagai lokasi peninjauan karena Karhutla masih membutuhkan penanganan serius. Kondisi ini sejalan dengan 37 hotspot yang terdeteksi di Indragiri Hulu dari 48 hotspot di Riau, sementara kebakaran di Pulau Jumat telah membakar sekitar 150 hektare lahan sejak 7 September 2026.