Lebih lanjut, Gubernur Pramono berharap para pendidik dapat menyiapkan peserta didik menjadi generasi yang tangguh dan mampu bertahan di tengah perubahan zaman yang sangat cepat, termasuk perkembangan teknologi dan dinamika sosial.

Ia juga menyampaikan keyakinannya bahwa Jakarta dapat menjadi contoh dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila. “Saya yakin Jakarta bisa menjadi role model dari proses pendidikan Pancasila, bukan hanya sekadar dihafalkan, tetapi menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari di masyarakat,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala BPIP, Prof. Drs. KH Yudian Wahyudi, M.A., Ph.D., menyampaikan bahwa penguatan ideologi Pancasila menjadi bagian penting dalam Asta Cita menuju Indonesia Emas 2045. Menurutnya, revitalisasi nilai-nilai Pancasila perlu dilakukan di berbagai bidang kehidupan, mulai dari pendidikan, birokrasi, ekonomi, hingga ruang digital.

“Pancasila bukan sekadar dokumen historis atau teks normatif, tetapi merupakan jiwa bangsa dan pedoman hidup bersama untuk mewujudkan Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur,” ujar Yudian.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berkomitmen untuk terus mendukung penguatan nilai-nilai Pancasila dalam dunia pendidikan sebagai fondasi membangun generasi yang berkarakter, adaptif, dan memiliki semangat kebangsaan yang kuat.(Li)