Dalam waktu satu bulan ke depan, Pemkot Bandung menargetkan pembenahan tata kelola selesai dilakukan. Pemerintah juga akan menunjuk lembaga konservasi berbadan hukum sebagai mitra resmi dalam pengelolaan kebun binatang.

 

Di tengah kabar duka ini, Farhan mengingatkan Kebun Binatang Bandung sebenarnya memiliki rekam jejak reproduksi yang baik. Salah satunya adalah kelahiran harimau betina bernama Donggala pada 2019, hasil penangkaran dari induk pejantan yang sama yaitu Sahrulkan.

“Ini membuktikan bahwa kita punya kemampuan dalam penangkaran. Kehilangan dua anakan harimau ini menjadi pukulan berat, tapi juga momentum untuk berbenah,” ujarnya.

 

Ia juga memastikan prosedur vaksinasi dan standar perawatan satwa telah dijalankan sesuai ketentuan, baik sebelum maupun setelah pengelolaan diambil alih pemerintah. Proses transisi pun dilakukan dengan transfer informasi yang lengkap.

 

“Kami tetap berkomitmen menjaga animal welfare. Namun kejadian ini menunjukkan bahwa biosekuriti, terutama di perimeter kebun binatang, harus ditingkatkan secara signifikan,” pungkasnya.(Fi)