Ia juga menegaskan pentingnya pendataan yang akurat. Kejelasan mekanisme dan sasaran program dinilai menjadi kunci keberhasilan implementasi MBG 3B di daerah.
“Pemprov Banten bersama Kemendukbangga/BKKBN dan seluruh mitra akan melakukan akselerasi melalui penguatan konsolidasi dan kolaborasi lintas sektor,” jelasnya.
Sementara itu, Plt Deputi Bidang Penggerakan dan Peran Serta Masyarakat Kemendukbangga/BKKBN, Wahyuniati menyampaikan, pertemuan ini menjadi momentum penguatan sinergi. Khususnya dalam pendistribusian dan edukasi oleh pendamping keluarga.
Program MBG 3B sendiri akan diantarkan langsung pada keluarga sasaran dengan mekanisme distribusi harian. Di sana, ada proses disertai edukasi rutin setiap bulan pada penerima mengenai perilaku hidup sehat termasuk pola asuh anak di bawah lima tahun.
“Ibu hamil didorong untuk rutin memeriksakan kesehatan untuk memastikan pertumbuhan kehamilan yang optimal. Bagi ibu menyusui, edukasi mengenai pentingnya pemberian asii eksklusif dan makanan pendamping asi,” ujarnya. (Red)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan